Benarkah Google Mempedulikan Relevansi antara Backlinks dan Konten Blog?

By | February 17, 2010

Kemarin menyempatkan diri sejenak untuk berselancar dan mencari tambahan informasi seputar SEO Google, maklum saya masih pemula untuk urusan yang beginian. Langsung dapat artikel yang cukup menarik seputar SEO khusunya dalam masalah backlinks atau Link back atau link balik. Kenapa backlinks? Karena mayoritas senior blogger mengatakan backlinks itu penting, dan kalo menurut saya sendiri backlinks itu ibaratnya multivitamin yang berguna untuk menjaga dan meningkatkan stamina blog kita di hasil pencarian SERP (search engine result pages) terutama Google.

Salah satu artikel yang saya dapat berkata sama tentang backlinks, dikatakan back link atau link balik sangat berpengaruh terhadap ranking di Google dengan prosentase mencapai angka 90%. Karena itulah bagi pemain SEO maupun blogger back link merupakan sesuatu yang sangat-sangat penting.

Backlinks Sebagai Kekuatan Rangking Blog

Bagaimana mendapatkan backlinks? Banyak cara yang biasa dan bisa kita lakukan dari cara-cara yang wajar sampai cara-cara yang brutal. Kesemua cara tersebut dikenal dengan istilah Link Building. Link building yang baik dan benar adalah yang wajar, atau di dunia SEO sering disebut natural. Kenapa? Karena sejatinya, Google ataupun search engine lainnya tidak merancang sistem penentuan ranking (Page Rank) mereka untuk dikelabui, melainkan untuk memberi penghargaan bagi website yang baik dan mendapatkan backlinks secara natural tersebut.

Pada dasarnya backlinks natural (natural backlinks) didapat karena konten dari situs/blog tersebut berkualitas dan menjadi referensi banyak situs/blog lain, contoh mudahnya adalah Wikipedia. Backlinks dan rangking situs Wikipedia diperoleh secara natural (wajar) tentunya, karena kita pun tahu betapa banyaknya webmaster/blogger yang menjadikan artikel-artikel Wikipedia sebagai referensi untuk postingan situs/blog mereka dan tentu secara otomatis mereka menyertakan link balik ke artikel resminya [Ingat! Sangat penting memberikan link balik yang relefan ke sumber resmi yang dijadikan referensi tulisan/artikel/postingan sebagai bentuk konfirmasi dna persetujuan atas penggunaan artikel tersebut]. Hal seperti ini lah yang kemudian mendatangkan backlinks natural.

Kalo backlinks yang tidak wajar itu? Banyak sekali backlinks yang tidak wajar, terutama saat ini khususnya lagi blog-blog yang dipakai untuk kontes SEO [Meskipun gak semuanya sih, tapi mayoritas iya :grin:v]. Kebanyakan blog-blog kontestan SEO ini lebih cenderung menggunakan teknik Link building yang brutal (Brutality Link Building), alasannya tentu agar mendapatkan backlinks secara instant dalam jumlah yang banyak untuk secepatnya mendongkrak posisi di halaman #1 SERP Google. Caranya pun cukup beragam diantaranya yang populer adalah SPAMMING [biasanya dengan nyepam komentar di situs-situs luar yang ber PR tinggi ;-)], Paket link masal (Instant Link Building), Ternak link (Link Farms) [Ingat!, ternyata teknik Link Exchanges sewaktu-waktu dalam kondisi tertentu bisa dianggap search engine sebagai Link Farms], Membeli links (buy text links) dlsb-nya.

Apa ruginya link building yang tidak wajar toh sama-sama mendatangkan backlinks? Memang benar, tapi mempraktekan metode link building yang tidak wajar dapat menghancurkan kerja keras dan reputasi yang telah dirintis berbulan-bulan. Jadi kita mesti berhati-hati dalam melakukan link building melalui promosi situs/blog yang kita lakukan. Mengejar sebanyak mungkin back link secepat-cepatnya tanpa mempedulikan dari mana datangnya justru kontra-produktif. Mungkin sesaat anda akan melihat perkembangan positif, tapi begitu Google dan search engine lainnya mendeteksi fenomena link building yang tidak wajar, anda harus memulainya lagi bukan hanya dari nol tapi dari minus [Bisa jadi akibat link building yang brutal tidak wajar tersebut situs/blog kita diinapkan ke hotel sandbox oleh mbah Google :mrgreen: Hal ini tentunya karena Google menganggap blog kita tidak memiliki konten yang relevan dengan backlinks yang didapat].

Relevansi antara Backlinks dan Konten Blog

Dari artikel lain yang saya baca ada satu contoh yang cukup menarik dan mungkin membingungkan kita mengenai relevansi suatu backlinks dengan konten blog terhadap Google. Berikut ini adalah salah satu contoh terbaik tentang hubungan antara Google dengan relevansi backlinks. Jadi, mari kita lakukan pengujian sederhana. Buka Google.com (versi internasional, bukan lokal) dan lakukan pencarian untuk keyword “tea” (tanpa tanda kutip) dan situs yang saya lihat di posisi # 1 halaman pencarian adalah …

[spoiler]
Anchor text vs Relevancy. Pentingkah relevansi suatu backlinks?

catatan: hasil belum tentu sama untuk IP yang berbeda.
[/spoiler]

Bagaimana Bisa? Padahal situs tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan TEA (Teh)!

Jawabannya adalah karena singkatan dari Badan Pendidikan Texas adalah TEA (Texas Education Agency). Dan kemungkinan besar orang, ketika memberikan tautan balik ke situs ini, lebih suka menggunakan singkatan “TEA” dalam anchor teks daripada  “Texas Education Agency”.

Percayakah Anda kalo situs ini mendapatkan backlink dari situs-situs yang berhubungan dengan teh? Tentu tidak kan. Saya berasumsi sebagian besar backlinks berasal dari situs-situs yang memiliki kegiatana serupa (pendidikan), media online lokal, blog, forum, chatting, dlsb-nya. Kalo masih belum percaya, silakan dikroscek menggunakan tools pemantau backlinks.

Jadi Kesimpulannya adalah:
# 1 – Google tidak peduli tentang relevansi antara konten situs/blog dengan backlinks dari mana Anda mendapatkannya.

Apakah anda yakin bahwa halaman situs/blog asal backlinks tersebut memiliki konten yang ada hubungannya dengan teh? Saya sedikit meragukannya, coba Anda kroscek apakah situs asal backlinks tersebut ada yang mempunyai artikel seputar daun teh (tea)? Hmmm, kayaknya tidak ada deh  :lol:.

# 2 – Google tidak peduli tentang relevansi teks, dari mana datangnya backlinks tersebut.

Apa yang menjadi pertimbangan Google, adalah:

  1. Anchor text dari backlink
  2. Jumlah backlinks
  3. Kualitas backlink (misalnya, reputasi situs web dari mana Anda mendapatkan backlink)
  4. Menyebutkan kata kunci pada halaman situs/blog Anda (meski, Anda lihat, Google bahkan tidak mengerti konteks bahwa situs ini bukan tentang teh, tapi tentang Texas Educations Agency – yang menyebutkan kata kunci TEA di halaman situsnya, yang secara tidak langsung telah mendongkrak optimasi OnPage)

Meskipun jelas relevansi saat ini bukanlah isu yang “dihargai” oleh mbah Google. Tapi Anda jangan buru-buru dulu dengan keputusan untuk membangun backlinks sesuka hati secara brutal dan tidak wajar.  Kita tidak tahu apa yang akan dilakukan Google setahun atau dua tahun mendatang. Mungkin saja kelak mereka akan  menangani masalah ini lebih serius lagi.

Selain itu, apabila backlinks situs/blog kita berasal dari situs dengan konten yang relevan terhadap tema konten situs/blog kita, hal ini akan menguntungkan kita, tidak menutup kemungkinan dapat meningkatkan jumlah pengunjung dari situs-situs tersebut dan kemungkinan besar pengunjung akan menyukainya, mem-bookmark dan datang lagi ke situs/blog kita secara langsung.

Jadi, meskipun untuk saat ini mbah Google masih seolah menutup mata dengan isu relevansi, namum tetap masih lebih bijaksana kalo kita membangun backlinks secara wajar dari halaman yang relevan. Bukan apa-apa, hanya untuk jaga-jaga karena siapa tahu apa yang akan terjadi di masa depan …

Sekian dulu share tentang pengetahuan baru yang saya dapat khusunya seputar optimasi blog. Jika ada salah-salah mohon koreksi dan masukkannya :smile:.

Sumber: Anchor Text vs Relevancy.

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

53 Comments

Ubud villas on August 3, 2010 at 10:37.

wah ini artikel terlengkap yang pernah saya baca mengenai backlink dan link building mas…trimakasih infomasinya..saya salut sekali dengan tulisan nya

VA:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VA:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

Reply

zakki on June 25, 2010 at 20:31.

waduh pusing euy, tp makasih y infonya

VA:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VA:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

Reply

kikakirana on March 20, 2010 at 21:07.

koq Qk tetep nggak ngerti yak… tentang PR, SEO, SERP , traffic rank, Back link…
duch ribet getooohhh….
padahal dah baca berkali” loh >_<

VA:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VA:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

Reply

MasEDI on March 23, 2010 at 01:30.

@Qk: hmmm, gt ya, sama saya jg msh dikit2, belajar terus… lama2 ntar jg ngerti koq :D

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

Reply


Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge